jantung mati bisa berdetak lagi…?!

January 22nd, 2008 by ranywaisya

200pxherzheart
percaya nggak kalo jantung yang udah mati bisa dihidupin lagi..?
kalau nggak percaya, sebaiknya lu liat nih hasil penelitian Doris
Taylor dari Pusat Penyembuhan Kardiovaskuler Universitas Minnesota, AS
dan Dr Harold Otto dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, AS berikut ini.
mereka itu udak melakukan penelitian selama 4 tahun dan berhasil
membuat ketidakmungkinan itu jadi mungkin. melalui serangkaian
percobaan di laboratorium, tim ini berhasil membuat jantung tikus yang
sudah mati, berdenyut dan berkerja lagi.

dalam percobaan tsb, mereka mengambil seluruh sel jantung tikus yang
telah mati. yang disisakan hanya struktur lunak jaringan kolagen
jantung saja, melalui teknik yang namanya deselulerisasi.

jantung mati yang telah dibersihkan tsb kemudian disuntikkan sel-sel
yg berasal dari tikus yg baru lahir. sel tsb dibiarin tumbuh dan
mengikat jaringan kolagen diatas cairan bernutrisi dalam ruangan khusus
laboratorium.

menakjubkan, setelah 4 hari kemudian, jantung tsb dapat kembali
berdenyut seperti jantung milik tikug yg masih hidup. peneliti tsb lalu
menggunakan alat pacu jantung (pacemaker) untuk mengukur arah gerakan
kontraksinya. mereka juga merangsang jantung untuk memompa, mengalirkan
cairan bertekanan kedalamnya meniru aliran darah di dalam tubuh.
delapan hari kemudian, jantung yg dihidupkan kembali mulai dapat
memompa cairan tsb dg sempurna.

peneliti tsb yakin kalo alam telah menciptakan alat-alat yg sempurna
dan mereka penasaran apakah ada cara di laboratorium untuk memberikan
alat-alat yg dibutuhkan dan membiarkan alam yg bekerja. alat yg
dimaksud adalah jaringan kolagen, fibronacin, dan laminin. peneliti tsb
membuat metode ini untuk membuat jaringan pembuluh jantung, pembuluh
darah dan organ lainya. teknik ini suatu saat diharapkan dapat dipakai
untuk membuat organ transplantasi dan sel-sel tubuh pasien itu sendiri,
sehingga penolakan tubuh terhadap organ transplantasi yang sering
ditemui selama ini dapat dikurangi.

harapan kita sih sih supaya dapat membuat organ yang sesuai dengan tubuh kita. tapi tentu saja, jalan masih panjang…

Pak rama

January 18th, 2008 by ranywaisya

Kemaren gw abis ketemu pak rama lo…itu lo mantan walikelas waktu gw kelas 3. Kok bisa ketemu? Gini lo ceritanya…
Waktu itu gw kan mau ke pb alias pasar burung tapi gw gak mau cari burung lo… Rencananya gw sih mau nyari buku buat referensi blok 9 “imunology dan infeksi”
jadi gw kan naik angkot jati tuh dari kampus, dan rencananya turun di depan padang teater. Eh… Gak taunya nih angkot gak lewat pasar (gak bilang2 lagi tuh). Terpaksa deh gw turun di depan smansa (wuih…sekolah gw tercinta). Trus tau2 gw ketemu sama pak rama lagi markirin vespanya. Gw disamperin deh, abis itu cerita2 deh.
Tapi gw gak abis pikir.., kok tmn2 gw blg, semenjak pak rama jd wakepsek sekrg udh sombong gak kyk dulu lg asiknya. Tapi buktinya gak kan.! Malah pak rama yg nyamperin gw dulu.
Makanya buat temen2 gw yg laem…jangan langsung ngecap org yg brk. Kali aja bpk itu lg sbk wkt itu..!

blog kedua (mampir ya…)

January 15th, 2008 by ranywaisya

gw lagi buat blog yang kedua nih.. mampir ya.. klik sini emang seh belum bagus2 amat. tapi gw mohon masukan dan kritikannya. thank you!

blok 8 tlah berlalu…

January 11th, 2008 by ranywaisya

Piuhhh…akhirnya ujian blok 8 selesai juga. Blok penelitian dan teknologi kedokteran telah berlalu.. Seperti biasa, abis ujian perasaan gw lega banget. Tapi kelegaan ini gw yakin hanya sesaat… Soalnya gw sadar banget gw gak maksimal belajar buat ujian ini. Moga2 aja deh gw lulus dg nilai bagus diblok ini.
pas ujian tadi, kenapa ya gw lancar2 aja.? (bukannya sombong nih..)Sampe2 soal yg gw ga tau jawabanya ato ragu2 ngejawabnya, dengan pedenya langsung aja gw buletin tu jawaban. Tapi ya gw gak tau bener ato gak nya. Doain aja ya…

Cowok brengsek!! Gw dikibulin..

January 11th, 2008 by ranywaisya

Rrr…rrr…hp gw bergetar. Siapa seh ni, nomornya gak gw kenal. Angkat ga ya..? Ya udah gw angkat aja. Terdengar dari sana suara cowo. “Rany lg dmn?” tanpa pikir panjang langsung aja gw jawab “rumah”. Tu cowo langsung bilang “gw kerumah lu ya”. “siapa sih ni?” aneh ni orang, maen langsung kerumah gw aja. “gw xx, lagi dirumahkan, gw kesana ya..” “eh, jangan deh” gw males banget ketemu ma ni orang. Abisnya dia tu agresif banget, padahal gw udah nunjukin rasa gak suka gw, malah kadang2 gw sadar gw agak kelewatan ma dia. “gw cuman mau ngasih undangan kok”trus gw nanya “undangan apa?” “kawin” gw nanya lg “siapa yg kawin” “gw” katanya. Oh my God! Thank u somuch god! Akhirnya gw bisa lepas ma ni orang. Gw gak bakalan bete lagi deh ma dia… “ok, gw tunggu dirumah”
10 menit kemudian dia dateng dengan temannya (ya…temen gw juga seh) gw sambut dengan wajah yang ceria (tumben banget nih). Abis dia ngasih tu undangan, gw bingung ndiri, kok gak ada nama dia seh..?. OMG! gw dikibulin. Ternyata itu semua biar dia bisa ketemu ama gw aja (abisnya gw gak pernah mau kalau dia ngajak ketemuan). Dasar! Gw juga bego sih, kok nggak kepikiran ya..mana mungkin dia kawin?! Cepat banget kalau gitukan! Umurnya juga baru berapa…!
walaupun dia maksa2, atau bakalan datang lagi kerumah gw. uh…gw bertekad (ceile…) gak bakalan pergi keacara itu titik.

ringkasan harry potter 7

December 27th, 2007 by ranywaisya
Hp7 Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri.

Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore; dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah menyerang tiga Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya. Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut. Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.

Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry, terbunuh oleh kutukan pembunuh; George Weasley kehilangan sebelah telinganya akibat mantra Sectumsempra; Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri. Harry sendiri lolos ketika Voldemort mengejarnya setelah tongkat sihirnya bereaksi dengan sendirinya dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.

Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan snitch pertama yang ditangkap Harry. Namun demikian, pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Ketiganya berusaha mencari tahu apa dibalik ketiga benda yang diberikan kepada mereka itu. Sehari kemudian adalah hari pernikahan Fleur Delacour dan Bill Weasley.

Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir; Harry, Ron, dan Hermione kemudian bersembunyi di Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry. Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B.
pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Voldemort, ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang palsu. Regulus terbunuh dalam proses itu. Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan kemudian dirampas oleh Dolores Umbridge.

Setelah selama satu bulan memata-matai Kementerian Sihir, ketiganya berhasil mengambil Horcrux dari Umbridge. Dalam prosesnya, tempat persembunyian mereka diketahui dan terpaksa melarikan diri ke daerah terpencil, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak dapat lama tinggal di suatu tempat.

Dalam waktu beberapa bulan berpindah-pindah, mereka mendengar bahwa pedang Godric Gryffindor sebenarnya adalah palsu, dan ada yang melakukan sesuatu terhadap pedang aslinya. Dari Phineas Black, Harry mendapatkan bahwa pedang itu terakhir kali digunakan Dumbledore untuk menghancurkan salah satu Horcrux, Cincin Gaunt. Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric’s Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana.

Di Godric’s Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan. Di Godric’s Holow, mereka juga menemui Bathilda Bagshot,
seorang teman lama Dumbledore yang mengarang buku Sejarah Sihir. Di rumah Bagshot mereka menemukan gambar penyihir hitam Grindelwald, sanak Bagshot, yang pada masa lalu adalah kawan masa kecil Albus Dumbledore. Namun demikian, ternyata mereka terperangkap, karena "Bagshot" itu merupakan penjelmaan ular Voldemort, Nagini. Mereka berhasil melarikan diri dari Voldemort, tetapi tongkat sihir Harry hancur dalam kejadian itu.

Dalam pelarian mereka, Harry akhirnya menemukan bahwa pedang Godric Gryffindor tersembunyi di sebuah kolam beku di tengah sebuah hutan berkat bantuan patronus berbentuk kijang. Dia menyelam ke dalamnya untuk mendapati pedang tersebut. Kalung Horcrux mencoba mencekik Harry dan hampir menenggelamkannya hingga mati kalau tidak ditolong oleh Ron yang kembali. Keduanya menghancurkan Horcrux dengan pedang itu.

Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood, Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga bersaudara yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan benda sihir sebagai hasilnya - tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder Wand—tongkat sihir tetua), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali yang telah mati (Resurrection Stone—batu kebangkitan), dan Jubah Gaib (jubah tembus pandang) yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari bahwa jubah yang dimilikinya adalah adalah Jubah Gaib, dan segera menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan
menyerahkan mereka ke Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan. Ketiganya meloloskan diri dan berpikir untuk mengumpulkan ketiga benda sihir Deathly Hallows, untuk mengalahkan Voldemort.

Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap oleh kelompok Snatcher yang diketuai oleh Fenrir Greyback, karena menyebut nama Voldemort (nama itu sudah dimantrai untuk mendeteksi para penyebutnya) dan dibawa ke rumah Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor, karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di
Gringotts. Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama dengan Dean Thomas, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul untuk menyelamatkannya. Dalam usaha meloloskan diri, mereka dihadang Wormtail yang kemudian terbunuh karena tercekik oleh tangan perak Wormtail yang dibuat Voldemort tanpa berhasil ditolong oleh Ron dan Harry, sebagai balasan dari hutang budi dari tahun ketiga Harry di Hogwarts. Mereka berdua kemudian menolong Hermione dengan bantuan Dobby, yang tewas dibunuh oleh Bellatrix.

Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia menanyai Ollivander mengenai Elder Wand dan mendapati bahwa pemilik terakhirnya adalah Dumbledore. Dibantu Griphook, Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari besi Bellatrix di Bank Gingrott’s. Di sana mereka menemukan satu lagi Horcrux, piala Hufflepuff. Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan diri
dan membawa pedang Godric Gryffindor. Harry, Ron, dan Hermione berhasil melarikan diri, tetapi pada saat yang bersamaan Voldemort menyadari bahwa mereka mencari Horcrux-Horcruxnya.

Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia
dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya.
Voldemort akan mendatangi tempat-tempat Horcurxnya disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara tidak sengaja, Voldemort mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, mereka disudutkan oleh para Pelahap Maut dan diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Pada saat menyelamatkan jiwa Draco Malfoy, Harry menemukan Mahkota Ravenclaw yang merupakan Horcrux itu tersembunyi di Kamar Kebutuhan dan benda itu dihancurkan.

Di Shrieking Shack, mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk menguasai kekuatan Elder Wand
kepada dirinya sendiri. Dalam keadaan sekarat, Snape memberikan
memorinya kepada Harry. Dari memori itu terungkap bahwa Snape selama ini berada di pihak Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian; karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Kemudian Harry tersadar di tempat yang mirip dengan stasiun King Cross, dan Dumbledore mendatanginya. Dumbledore mengatakan bahwa Harry sebenarnya adalah pemilik dari Deathly Hallows, dan kutukan Avada Kedavra itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Pada saat ini Dumbledore memberikan pilihan pada Harry, apakah dia ingin meneruskan pada kematian, atau kembali hidup ke dunia. Harry memilih kembali ke dunia, dan tersadar. Pada akhirnya, setelah Nagini dibunuh oleh Neville, Voldemort kemudian terbunuh setelah mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kedavra terhadap Harry. Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri setelah Elder Wand menolak membunuh tuannya (Harry) sendiri.

Dalam kisah di akhir buku, pada tahun 2017, 19 tahun setelah Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi di Hogwarts. Ron dan
Hermione telah memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasius kereta api King’s Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan.

real post klik sini

suhu panas, bisa obesitas???

December 18th, 2007 by ranywaisya
Siapapun yang menginginkan tubuhnya tetap langsing, harus menjaga agar temperatur ruang di rumah tetap rendah. Naiknya temperatur baik di rumah maupun disekolah atau di tempat kerja akan menambah berat badan dan membuat orang memiliki peluang lebih besar untuk menjadi pengidap diabetes, demikian dikatakan para ahli.

Saverio Cinti profesor ahli anatomi manusia di Universitas Ancona di Italia tengah, yang sekaligus menjadi ketua ahli obesitas di Italia mengatakan "temperatur panas dapat membawa perkembangan ke arah obesitas dan diabetes pada manusia."

Menurut para ahli, cuaca di luar ruangan secara nyata dapat berperan penting dalam memerangi dua kondisi kesehatan tersebut (obesitas dan diabetes) .

Ada dua jenis jaringan lemak di dalam tubuh manusia. Ada jaringan lemak putih yang dikenal sebagai susunan sel lemak tradisional dan adanya jaringan lemak coklat yang berbeda fungsinya dan kerjanya yang membantu organisme untuk melindungi dirinya dari obesitas dan diabetes.

Hal itu karena dibandingkan dengan jaringan lemak putih, jaringan lemak coklat berisi molekul khusus yang tidak memproduksi energi seperti halnya sel-sel lain tetapi hanya menghasilkan hawa panas.

sejauh ini jaringan lemak coklat itu hanya dapat dikenali pada bayi-bayi yang baru lahir, namun kini telah dapat ditemukan juga terdapat pada remaja dan orang dewasa.

Statistik memperlihatkan bahwa 20 hingga 100 remaja antara usia 15 hingga 16 tahun memiliki jaringan lemak coklat yang cukup banyak jumlahnya.

Sebagai tambahan menyangkut soal temperatur lingkungan dikatakan bahwa orang-orang yang tinggal di daerah beriklim dingin umumnya lebih langsing dan memiliki resiko jauh lebih kecil untuk menderita obesitas dan atau terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang hidup di wilayah yang beriklim panas tanpa memperhitungkan pola makannya.

Pesan yang ingin rn sampaikan adalah agar para dokter anak dan orang tua tidak membiarkan putra-putrinya di tempat yang bercuaca panas hingga mereka mencapai usia 15 tahun.

Dalam musim dingin temperatur ruang dalam rumah dan juga di sekolah dapat kita jaga sampai 19 derajat Celcius sehingga jaringan lemak coklat dapat berkembang membantu seseorang untuk terhindar dari kondisi kegemukan dan atau diabetes.

lebih lanjut klik sinii

new blog

December 18th, 2007 by ranywaisya

akhirnya rn buat blog jg. walaupun dgn hati yg agk dipaksain, tp ya udahlah.. kpn lg coba rn mo nulis2 kyk ini. sebenarnya seh rn ga suka bgt ma yg namax nulis. but i’ll try!!

klo ad kt2 yg g nyambung atau apalah..mohon dimengerti aj y.. namanya jg pemula,,, hehehe…